Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Sri Mulyani ke Penerima Beasiswa LPDP : Difasilitasi Negara, Harus Mengembalikan

Banner IDwebhost

RealitaJayaSakti.Com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pesan kepada para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sri berharap para penerima manfaat dana abadi ini dapat bertanggung jawab dan memanfaatkan fasilitas pendidikan dari negara dengan baik.

“Kalau Anda sudah mencapai level impian difasilitasi negara, Anda harus mengembalikan, berterima kasih kepada Republik Indonesia,” ujar Sri Mulyani dalam siaran langsung di YouTube LPDP RI, Jumat, 25 Februari 2022.

Sri berujar beasiswa LPDP dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sebanyak 20 persen dari APBN, kata dia, dialokasikan untuk dana pendidikan, termasuk dana abadi beasiswa LPDP.

Total dana abadi di bidang pendidikan hingga akhir 2021 telah mencapai Rp 99,1 triliun. Sedangkan dana abadi yang dihimpun sejak 2010 sebesar Rp 81,1 triliun. Adapun dana abadi ini sebagian besar berasal dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat.

Karena itu, Sri menerangkan, pemerintah selektif menyaring peserta LPDP. Penerima beasiswa, kata dia, harus memiliki komitmen untuk memajukan bangsa Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

“Kita tidak mencari orang pintar tapi hanya untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri. Kita mencari orang-orang Indonesia yang memiliki komitmen memajukan bangsa dan punya kepedulian pada kemanusiaan secara adil dan beradab,” ucap Sri.

Baca Juga :   Wujud Syukur 76 Tahun Usia Polri, Kapolda Sulteng Melepas Bansos 5.150 Paket Sembako

Pemerintah mendata jumlah penerima LPDP per akhir 2021 mencapai 29.872. Sebanyak 61,9 persen alumni LPDP tercatat bekerja di sektor publik, seperti akademikus, peneliti, PNS, TNI, dan Polri.

Adapun sebanyak 38,9 persen lainnya bekerja di sektor private dan 2,3 persen bekerja di sektor sosial. Meski menembus hampir 30 ribu, Sri mengatakan jumlah penerima LPDP tergolong kecil. “Tampaknya banyak, tapi sebetulnya ini sedikit. Mereka hanya 0,01 persen dari penduduk Indonesia yang berpendidikan S-2 dan S-3, yang jelas ini adalah sebuah persentase yang sangat kecil,” tuturnya. [Red-CH]

Banner IDwebhost Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Tinggalkan Balasan