Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Sidang Perkara Tabung Gas Elpiji Berakhir

Banner IDwebhost

RealitaJayaSakti.com, DemakPenjual atau pengecer LPG tabung melon asal grobogan divonis hukuman 1 tahun 6 bulan dan denda 50 jt atau tambahan kurungan maksimal 3 bulan. (29/11/2021).

Menurut pengakuan dari terdakwa membeli LPG tabung 3kg dari Semarang untuk dijual ke demak, dia menjual LPG tanpa memiliki ijin.

Terdakwa M. Purnama 51 Tahun warga Desa Kemiri Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Jawa Tengah hanya bisa tertunduk lesu ketika Hakim Pengadilan Negeri Demak memvonis dirinya dengan hukuman penjara 1 tahun 6 bulan juga dituntut membayar denda sebesar 50 jt rupiah atau subsider tahanan selama 3 bulan.

Purnama pengecer LPG asal Grobogan tidak menyangka bila usahanya membeli LPG 3 kg bersubsidi dari Semarang dan dijualnya ke Demak justru membawa dirinya dimejahijaukan.

Kasus ini berawal ditangkapnya Purnama ketika menjual LPG bersubsidi dengan tutup segel hijau ke Desa Mengunan Lor Kecamatan Kebonagung Demak pada 11 juni 2021, petugas sempat curiga karena LPG bersubsidi untuk Demak dengan tutup segel warna kuning dan ungu.

Dari penangkapan tersebut petugas sempat menyita mobil pickup milik purnama yang berisi 33 tabung LPG bersubsidi dan 79 tabung gas melon kosong, dari pengembangan kasus tersebut ternyata hampir 2 tahun terdakwa melakukan penjualan gas melon dari semarang dijual ke Demak.

Baca Juga :   Warga Begah Walang Kecamatan Bonang Kabupaten Demak Di Laporkan Kepolisi Beli HP Dengan Uang Palsu

Jaksa Penuntut Umum Adi Setiawan menegaskan terdakwa dengan sengaja melakukan penjualan LPG bersubsidi dari Semarang dijual ke Demak sehingga melanggar zonasi pendistribusian gas melon di Kota Semarang, terdakwa juga menjual LPG bersubsidi ke Demak melebihi harga eceran tertinggi yang merugikan masyarakat miskin.

Atas kejahatannya Purnama didakwa melanggar Pasal 55 Undang-Undang 22 Tahun 2001 Tentang Minyak Dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam pasal 40 angka 9 Undang-undang Migas, Purnama didakwa melanggar Undang-Undang Perdagangan Nomor 7 tahun 2014 sebagaimana diubah dalam Pasal 46 Undang-Undang Cipta Kerja.

Kejahatan terdakwa meliputi penyalahgunaan pengangkutan angkutan niaga LPG subsidi karena tidak mempunyai izin pengangkutan, selanjutnya terdakwa tidak mempunyai ijin penjualan Gas melon dari Semarang dijual ke Demak.

Sementara kuasa hukum terdakwa Danny Mulder dari Pos Bantuan Hukum Advokad Indonesia atau POSBAKUMADIN mengajukan banding atas vonis majelis Hakim Pengadilan Negeri Demak dia menuding vonis tersebut sangat berlebihan selama ini kliennya hanya pengecer kecil seharusnya hanya diberi sanksi administrasi bukan hukuman penjara.

Baca Juga :   Korban Penipuan Penerimaan Pegawai PDAM Demak Mencari Keadilan

Dalam kasus ini masyarakat sangat mendukung kinerja APH agar pengusaha biar tidak asal asalan menjual tabung gas LPG 3kg dan mereka juga harus punya ijin untuk menjual atau mengecer tabung gas LPG 3kg. (Sutarso)

Banner IDwebhost Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Tinggalkan Balasan