Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Ngaku Dipaksa Beli Sembako di Balai Desa, Penerima Bansos di Brebes

Banner IDwebhost

 

RealitaJayaSakti.Com,Brebes – Warga penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengaku dipaksa membelanjakan uang bantuannya ke salah satu pemasok sembako yang mangkal di Balai Desa Cikeusal Kidul. Seperti apa ceritanya?
“Semua yang menerima (bansos) dipaksa untuk beli beras dan telur seharga Rp 430 ribu. Dapatnya beras 36 kg dan telur 1,5 kg,” ungkap salah seorang penerima bansos yang tidak mau disebutkan namanya.
Besaran uang yang dibelanjakan ini bisa diketahui dalam catatan nota pembelian yang tertulis, yaitu beras 36 kilogram seharga Rp 396 ribu dan telur ayam 1,5 kilogram seharga Rp 34 ribu.

“Semua suruh tandatangan (surat pernyataan). Kemudian diarahkan membeli di supplier yang ada di kantor desa. Supplier itu bawa bahan makanan pakai truk dan mangkal di kantor Desa Cikeusal Kidul,” sambung warga tersebut.

Sebagai informasi, pencairan bansos warga penerima dari tiga desa di Kecamatan Ketanggungan, Brebes, dilaksanakan di Desa Cikeusal Kidul pada Rabu (23/2) lalu oleh PT Pos Indonesia. Penyaluran bantuan di Cikuesal Kidul itu untuk para penerima manfaat dari tiga desa yakni Cikeusal Kidul, Cikeusal Lor dan Pamedaran.

Uang tersebut merupakan program Bantuan Pangan nontunai yang dialihkan menjadi bantuan berupa uang tunai. Masing-masing keluarga penerima manfaat menerima Rp 600 ribu untuk Januari, Februari dan Maret.
Kepala Desa Cikeusal Kidul, Irwan Susandhi, angkat bicara soal para penerima bansos yang dipaksa membeli beras dan telur dari pemasok yang datang di balai desa. Dia sangat menyayangkan dengan penempatan pemasok sembako dari luar desanya.
“Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) mengatakan, bahwa nanti saat penyaluran bantuan akan ada pihak penyuplai barang yang datang ke kantor balai desa. Saya juga menyayangkan kenapa tidak lewat agen warung seperti biasa, supaya tetap mengutamakan warung yang ada di desa. Ini malah mendatangkan supplier dari luar,” kata Irwan saat dihubungi wartawan.

Diwawancara terpisah, Kepala Bidang Bantuan Sosial (Bansos) Dinas Sosial Brebes, Hasan Bisri, mengatakan setiap penerima bantuan bebas membelanjakan uangnya di toko mana pun. Modus pemaksaan melalui surat pernyataan, kata Hasan, sama sekali tidak dibolehkan.
“Sampai saat ini dari dinas belum ada perintah apa-apa. Dinsos juga belum koordinasi ke desa. Jadi ini ilegal,” lanjutnya. [Red-CH]

Banner IDwebhost Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Tinggalkan Balasan