Ketua LAI Jateng Yoyok Sakiran Apresiasi Kinerja Polri Terkait Kasus SK Bodong PDAM Demak

Realita Jaya Sakti,Demak – Eka Armianto didamping ayahnya Karmijan korban kasus dugaan penipuan penerimaan pegawai PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kab. Demak mencari keadilan, saat ini kasusnya sudah dilaporkan dan ditangani penyidik Polres Demak (Polda Jateng) sampai saat ini sudah berjalan satu bulan tak kunjung disidangkan.

Korban menceritakan kronologis sesuai yang pernah di utarakan dalam BAP ke penyidik Polres Demak.

“jadi awalnya Harto menawarkan adanya lowongan kerja masuk sebagai pegawai PDAM, karena berminat untuk berkerja, sekitar tanggal 11 Mei 2020 saya dan bapak didampingi Harto bertemu di rumah Nurwito yang beralamat di Desa Cabean. Disitu Nurwito menyampaikan ada lowongan kerja sebagai karyawan PDAM dengan biayanya sebesar Rp 150 juta, namun harus memberikan uang muka sebesar Rp 10 juta. Selanjutnya Pada tanggal 12 Mei 2020 sekitar pukul 08.28 wib di kantor PDAM Cabang Wonosalam saya mengumpulkan berkas lamaran sesuai persyaratan dengan uang muka sebesar Rp 10 juta, saat itu di saksikan ayahnya,” ungkap Eka.

“Saya dijanjikan sebelum Pilkada 9 Desember 2020 sudah ada panggilan kerja, selanjutnya sekitar bulan Juli 2020 Nurwito menelpon ayah saya untuk meminjam uang senilai Rp 2 juta yang nantinya akan dimasukan di dalam perhitungan untuk masuk sebagai karyawan PDAM. Pada bulan Agustus 2020 Nurwito memberi kabar lagi dan meminta uang lagi sebesar Rp 20 juta tepatnya waktu itu tanggal 27 Agustus 2020, jadi waktu itu uang muka sudah masuk total sebesar Rp 30 juta dan lokasi penyerahan di rumah kediaman Nurwito yang beralamat di Perum Bintoro,” lanjut Eka.

Baca Juga :   Tergiur Upah Gratis Konsumsi Sabu, Pengedar Narkoba Ditangkap Satresnarkoba Polresta Tangerang

Pada tanggal 21 November 2020, masih kata Eka, pihaknya mendapat tembusan surat keputusan, kata Nurwito saat itu mengatakan bahwa surat tersebut dari PDAM yang mengabarkan bahwa saya dijanjikan tanggal 20- 25 Januari 2021 akan mendapat surat panggilan dan mulai masuk kerja antara tanggal 27- 28 Januari 2021, ternyata setelah saya tunggu-tunggu sampai tanggal tersebut belum ada surat panggilan masuk kerja. Pada tanggal 7 Februari 2021 saya mendapat formulir dari Nurwito yang berisi surat pernyataan bebas narkotika pernyataan tanggungjawab mutlak pegawai dan melunasi kekurangan dengan jumlah uang senilai Rp 120 juta, Jadi saat itu total uang yang sudah diberikan sebesar Rp 150 juta + 2 juta dan berkas yang menerima Nurwito tepatnya pada tanggal 9 Februari 2021 pukul 06.30 WIB lokasinya di rumah Nurwito dengan saksi saat itu Fathurrohman dan Harto, di situ Nurwito mengatakan dua sampai tiga hari akan ada telepon dari kantor untuk membeitahukan mulai masuk kerja, ternyata hingga akhir Februari 2021 belum ada kabar lagi.

Eka juga mengungkapkan pada tanggal 16 Februari 2021 saya baru mendapatkan surat panggilan yang dikirim melalui pos yang berisi pemberitahuan untuk mulai masuk kerja pada tanggal 14 April 2021 tempatnya ada di kantor PDAM Tirta Dharma Jalan Sunan Kalijaga No 4 Kelurahan Bintoro, Kec/Kab. Demak. Pada tanggal 13 April 2021 pukul 18.24 Wib saya mendapat kabar dari Nurwito bahwa untuk penerimaan SK pindah di Kantor BKD/BKPP di Karang Tengah, setelah itu pada tanggal 14 April 2021 pukul jam 10 WIB saya menerima SK saat itu lokasinya penyerahanya di dalam mobil tepatnya di halaman parkir dan yang menyerahkan SK adalah Maulana Febrian Aryadi yang beralamat di jalan Kenanga 11/4 Perum Wiku 2 Katonsari Kec. Demak dan disitu saudara Febrian Aryadi berkata untuk masuk kerja akan di mulai pada tanggal 1 Juni 2021.

Saya sangat kecewa sekali ternyata SK yang saya terima adalah SK bodong alias abal-abal, untuk ini kami mohon kepada penegak hukum bisa menindak lanjuti laporan kami dan menghukum para penipu tersebut dengan hukuman yang seberat-beratnya.

Sementara itu Yoyok Sakiran selaku pendamping korban menyampaikan jika pelaku juga sebelumnya melakukan hal yang sama yakni melakukan penipuan dengan jumlah korban sekitar 13 an orang warga Demak.

Baca Juga :   Kasus Korupsi Dibawah Rp 50 Juta di Restorative Justice, Ini Penjelasan Jaksa Agung

“Para korban rata-rata menyerahkan uang kepada pelaku diatas Rp 50 juta dan pelaku juga sudah di proses hukum, dengan di jatuhi hukuman 1,6 tahun penjara,” jelasnya.

Yoyok juga mengatakan untuk kasus penipuan yang menimpa Eka Armianto ini sudah kami laporkan ke Polres Demak dan informasi sampai saat ini berkas sudah masuk ke Kejaksaan Negeri Demak.

Baca Juga :   Polres Banjarnegara Tangkap Komplotan Curanmor Usai Jual Kendaraan Curian Lewat Media Sosial

“Kami sangat mengapresiasi penyidik Polres Demak yang bertindak cepat dalam melaksanakan proses laporan dari korban. Saya berkeyakinan bahwa aparat penegak hukum akan mampu berbuat adil atas kasus ini , karena kami yakin kasus yang kami laporkan berjalan sendiri-sendiri tidak ada kaitanya dengan kasus yang dilakukan pelaku sebelumnya karena korbanya berbeda,” kata Yoyok.

Hal senada di ungkapkan Pengacara korban Siswo Raharjo SH MH yang berkesempatan hari ini mendampingi korban.

“Saya selaku pengacara korban penipuan sangat mengapresiasi atas kinerja penyidik Polres Demak yang cepat menindak lanjuti laporan dari kami, semoga keadilan bisa ditegakkan dan kasus ini bisa berproses dengan baik dan menjadi keputusan yang berkeadilan,” tutupnya. (@wg/Red)

Tinggalkan Balasan