Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
DAERAH  

Beredar Video Viral Di Tempat Wisata CAS Water Park Pandeglang, Di Duga Langgar Peraturan PPKM

Banner IDwebhost

Realitajayasakti.or.id, Pandeglang – Beredarnya Sebuah Video dari salah satu pengunjung yang berwisata ke tempat Wisata CAS Water Park di Cikole, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Di duga melanggar peraturan PPKM yang masih berlaku di Provinsi Banten. Sabtu 05/02/2022

Perlu di ketahui, Provinsi Banten di masa Pandemi Covid – 19 sudah mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur (SK Gubernur) Banten beberapa waktu lalu menyikapi penanganan Covid – 19 dan farian baru nya yaitu Omicron

Dalam pantauan awak media, banyak nya pengunjung yang di duga melanggar protokol kesehatan yaitu. Tidak menjaga jarak, Tidak memakai masker dan mengabai kan protokol lain nya.

Video yang beredar memperlihat kan sejumlah pengunjung yang sangat padat, dan ada beberapa yang juga tidak memakai masker. Kami mengkonfirmasi salah seorang pengunjung yang juga sedang berekreasi di Wisata CAS Water Park tersebut

Baca Juga :   Petasan Raksasa Diamankan Polsek Kaliwungu Sebelum di Ledakan

” Disini sangat ramai pak, mungkin karna weekend jadi semua sedang berlibur. Padat banget pak, saya juga gak mau pisah dengan rombongan takut hilang nanti nya. Karna kami sekeluarga liburan kesini ” ungkap salah seorang pengunjung yang berinisial A

Sungguh sangat di sayangkan, di saat gencar nya Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masa pandemi Covid – 19 ini masih kurang nya kepedulian pihak menejemen kepada para pengunjung Wisata CAS Water Park di Cikole Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dan diduga menimbulkan Cluster baru dari Wisata CAS Water Park di Cikole, Perlu nya perhatian khusus dari pemerintah terkait. Menanggapi Kegiatan di tempat – tempat Wisata yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan yang masih berlaku saat ini.

Sementara itu, dari pihak pengelola tidak bisa menanggapi perihal beredarnya sebuah Foto dan Video yang menayangkan sejumlah Orang berkerumun di tempat tersebut. Di khawatir kan dampak dari itu, ada nya cluster baru di tempat tersebut. Karna tidak ada nya aplikasi yang sudah di tetap kan oleh Pemerintah (Peduli Lindungi) untuk mencegah kasus baru bertambah.

Baca Juga :   Sadis! Karyawati Diperkosa dan Coba Dibunuh Lalu Dibuang ke Sungai oleh Sopir dan Kenek Angkot

(Red)

Banner IDwebhost Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Tinggalkan Balasan