Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Apel Tahunan Dan Pembukaan Pekan Perkenalan Kutbatu-L- Arsy Pondok Pesantren Modern Tazaka

Banner IDwebhost

REALITAJAYASAKTI.COM, BATANG – Komandan Kodim 0736/Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman dengan didampingi Danramil 07/Bandar Kapten Inf Nor Rofik menghadiri acara Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-L-Arsy Pondok Pesantren Modern Tazaka di lapangan Ponpes Modern Tazaka Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, Sabtu (23/7/22) pagi.

Dalam kegiatan apel tersebut bertindak sebagai inspektur upacara KH. Anang Rikza Masyadi pengasuh pondok pesantren Modern Tazaka.

Dalam sambutanya KH. Anang Rikza Masyahi mengatakan, bahwa apel tahunan dan pembukaan pekan perkenalan khutbatu-L-Arsy
adalah bagian dari sunah pondok Modern Tazakka dalam pandangan kiai guru dan seluruh santri kegiatan seperti ini bersifat sakral, semua warga penghuni pondok modern Tazakka harus mengerti dan memahami.

Bagi para santri dan guru termasuk keluarganya wajib hukumnya mengerti dan memahami pondok, para wali santri dan masyarakat umum harus mengerti pondok dengan baik supaya tidak salah persepsi terhadap pondok maka dari itu nilai nilai pondok modern harus terus disyarkan.

Semua yang ada di pondok adalah pendidikan, apa yg dilihat didengar dan dirasakan oleh santri harus mengandung unsur pendidikan dan kegiatan ini untuk mendidik tidak mudah mengadakan kegiatan ini.”ucapnya

Para santri dan guru harus mempunyai daya dorong, daya juang, daya tahan, daya tarik dan daya kreasi, tanpa lima daya ini tak mungkin terwujud pagelaran ini, kelima daya inilah yang terintegrasi dalam setiap nilai pendidikan yang harus di tanamkan kepada santri, sehingga mereka menjadi generasi yang kuat dan tangguh, bukan generasi yang cengeng “tegas KH Anang”.

Ada dinamika yang tinggi disertai dedikasi puncak untuk memberikan dan mempersembahkan yang terbaik yang mendidik bukan sekedar baik tapi tidak mendidik, tontonan yang menuntun tuntunan yang bisa ditonton. Apel tahunan seperti ini atau dalam bahasa umum sering disebut gelar pasukan bisa terwujud bukan sekedar dibutuhkan kemampuan mengingat, memahami, dan mengaplikasikan. Akan tetapi lebih dari itu dibutuhkan adanya kemampuan menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasi. Ada kultur, ada struktur, ada nilai nilai, ada sistem menyatu dalam dinamika pimpin memimpin yang sholid “siap dipimpin dan siap memimpin itulah salah satu moto yang selalu didengungkan oleh anak didik disini”.

Baca Juga :   Jalin Kedekatan Dengan Ulama, Dandim Batang Silaturahmi Dengan Tokoh Agama

Para santri ini adalah anak yang hebat dan anak yang Mahal, mereka aset bangsa di masa depan, mereka inilah wajah wajah Indonesia masa depan, wajah wajah perekat umat dan pemimpin bangsa, pemimpin yang terdidik dengan konsep pendidikan yang komperensiv dan intregalistik. Anak yang terdidik ini insya Allah menjadi generasi yang mengerti agama sehingga menjadi pencerah umat dan bangsa.

sekarang ini banyak orang yang tidak mengerti agama tampil menjadi pencerah bangsa. Ada pula yang mengerti agama dengan baik tetapi diam saja tidak mengambil posisi menjadi pemimpin dan tidak melakukan pencerahan kepada bangsanya.

Untuk para santri kejarlah cita citamu setinggi tingginya, jangan puas dengan hanya menjadi orang baik saja, jadilah orang baik yang memimpin, “Ingat” orang baik harus kuat karena jika lemah maka kebaikanya tidak dapat memperbaiki. Orang baik akan membawa kemaslahatan dan sebaliknya kekuatan di tangan yang jahat akan menjadi mafsada. Oleh karenanya kebaikan dan kekuatan sebagai mana kesalehan dan kepemimpinan harus menyatu pada diri kalian “harap KH. Anang Rikza Masyadi”.

Di sinilah posisioning pesantren, pesantren sebagai pabrikya Manusia, pabrik manusia masa depan pabriknya calon pemimpin bangsa, ingatlah perjuangan merebut kemerdekaan republik Indonesia dimana pesantren melalui para kiyai dan santrinya berada di garda terdepan bahkan para kiyai tampil menjadi pemimpin pergerakan melawan pejajah dalam merebut kemerdekaan. Sejarah ini tidak bisa di lupakan apalagi sampai hilang dari memori ingatan kolektif bangsa, dan itulah hutang bangsa Indonesia kepada dunia pesantren, maka watak dan sikap pesantren dari dulu sampai sekarang anti penjajah dan penjajahan, “beber KH. Anang menutup sambutannya”.

Sumber: Pen-0736
Redaksi : Nyaman

Banner IDwebhost Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Tinggalkan Balasan