Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Ada indikasi terima suap namun di anggap guyonan

Banner IDwebhost

Realita Jaya Sakti.com, DEMAK || Ada indikasi terima suap namun di anggap guyonan. Sistem pemerintahan akan berjalan dengan lancar apabila antar jabatan mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan tupoksinya.
Ketika tidak mampu melaksanalan itu tentu akan banyak permasalahan yang muncul menggangu pelaksanaan pemerintahaan.

Salah satunya pemerintahan yang berada di desa. Pemerintahan desa merupakan sistem pemerintahan yang sangat menentukan baik tidak berkembangnya pembangunan desa. Pembangunan desa bisa berjalan lancar tentu didukung dengan Sumber Daya Manusia yang berkompeten dan mumpuni sesuai dengan kebutuhan desa.

Seperti berita sebelumnya dengan judul “Viral Stetmen Oknum Kepala Desa Kuncir Yang Menerima Suap 1,5 Milyar” dan yang terjadi dilapangan beredarnya video tentang pengakuan seorang oknum Kepala Desa Kuncir yang menjadi viral beredar di media sosial, dalam unggahan video tersebut seorang oknum Kades yang berinisial (BDM) mengaku menerima suap Rp 1,5Milyar oleh Haji D, orang terkaya di Desa Trengguli Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak untuk menjadikan menantunya untuk dicalonkan Sekdes pada Pilprades Tahun 2021 yang lalu.

Terkait berita viral tersebut awak media mendatangi kediaman rumah Kepala Desa Kuncir dan berhasil mengklarifikasi terkait dengan viralnya video tersebut yang di unggah di FB Akun Eko HK, saat klarifikasi berlangsung Kades menjawab dengan santai,bahwa statmen yang saya ucapkan adalah sekedar intermezo atau guyonan saja, jadi tidak ada niat untuk mengkaji masalah tersebut dengan serius, ungkapnya,
Namun para pihak yang diklarifikasi dilapangan sangat menyayangkan atas statmen Kades Desa Kuncir Agus Triyono (Bodem), apapun bentuknya seorang Kepala Desa adalah tokoh dan publik figur, harusnya berhati-hati dalam berucap dan berperilaku ucap salah satu tokoh warga desa Kuncir yang tidak mau disebut namanya,
Harapannya masalah ini segera berakhir dan ada penyelesaian, karena bagi para peserta tidak diterima pasti sakit hati jika tahu ada bentuk gratifikasi jual beli jabatan.

Banner IDwebhost Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Tinggalkan Balasan